Sari-sari tentang Puasa Ramadhan

Posted: 1 Agustus 2011 in Artikel
Tag:

Puasa (as saum) adalah menahan diri dari segala yang membatalkannya dengan niat mulai dari terbitnya fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari. Yang dimaksud fajar kedua adalah fajar Shodiq yang ditandai dengan cahaya matahari kemerah-merahan membentang horizontal di ufuk timur.

Pengertian dari Puasa sama dengan rukunnya, yaitu :

–          Niat, untuk berpuasa ramadhan diwajibkan berniat sebelum fajar dan niatnya itu tidak mesti harus di lafadz-kan tapi dengan hati, karena lafadz belum tentu benar sedangkan isi hati tidak perlu diragukan lagi kebenarannya.

–          Menahan diri dari segala yang membatalkannya dari terbit fajar kedua sampai terbenamnya matahari.

Puasa itu memerlukan kesabaran dan pahalanya pun tidak diketahui (tidak terbatas). Bila Allah swt. memberikan pahala sebesar 25 derajat bagi orang-orang yang shalat, maka Allah swt. merahasiakan pahalanya bagi orang-orang yang berpuasa. Seperti yang telah diketahui dengan firman Allah swt. : “Setiap amal anak cucu Adam adalah untuknya, kecuali pahala puasa itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya” (Hadits Qudsi Riwayat Bukhari & Muslim).

Rasulullah menganjurkan para anak muda untuk berpuasa, karena dengan itu mereka akan terhindar dari dorongan hawa nafsu yang buruk.

Karena prinsip puasa adalah jauh dari kemaksiatan dan merupakan pelindung dari api neraka.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa dengan berpuasa kita dapat :

–          Melatih kesabaran,

–          Merasakan penderitaan orang Fakir dan Miskin,

–          Memperoleh salah satu amalan pribadi.

Senjata untuk berpuasa di bulan Ramadhan :

–          Ilmu

–          Bertekad / Merencanakan

–          Intropeksi Diri

–          Bertobat & Memohon maaf kepada Allah swt.

Bersabar pun dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :

–          Sabar di atas ketaatan,

–          Sabar dari kemaksiatan,

–          Sabar di atas Qada dan Qadr.

Syarat-syarat wajib puasa, yaitu :

–          Muslim,

–          Dewasa,

–          Berakal,

–          Mampu,

–          Bermukim atau menetap,

–          Suci dari haid dan nifas.

Saat menjelang bulan puasa jangan berpuasa di dua hari terakhir mendekati bulan puasa kecuali orang-orang yang memang terbiasa dengan puasa senin kamis. Tanggal satu Ramadhan ditentukan dengan melihat hilal tapi apabila tidak bisa maka diperbolehkan dengan cara hisab yaitu menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

Bulan Ramadhan juga diturunkannya Al-Quran. Maka sangat dianjurkan bagi kita untuk membaca Al-Quran di bulan Ramadhan. Semua malam di bulan suci Ramadhan terdapat 3 unsur yaitu Rahmat, Pengampunan Dosa dan Pembebasan Api Neraka. Malam Lailatul Qadr adalah malam yang lebih baik dari pada seribu bulan (seribu bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan). Di bulan puasa kita dianjurkan mempercepat berbuka dan mengakhirkan sahur. Sahur yang paling afdal adalah sahur sekitar jam 3 sampai jam 4.

Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari minyak yang paling harum di dunia. Karena bau mulut orang berpuasa dicium oleh para malaikat dan keharumannya terasa hingga di akhirat kelak.

Pada bulan Ramadhan pintu neraka ditutup dan pintu surga terbuka itu sebagai kabar gembira untuk umat islam yang berpuasa . Itu disebabkan karena di bulan Ramadhan para syaitan-syaitan yang paling jahat dibelenggu. Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan, yaitu :

–          Kegembiraan ketika sedang berbuka,

–          Kegembiraan ketika berjumpa dengan Allah swt.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mustajab, karena di bulan Ramadhan do’a orang yang berpuasa itu sangatlah mustajab. Sebagaimana yang telah diketahui doa-doa yang mustajab ada tiga, yaitu :

–          Doa orang yang berpuasa,

–          Doa seorang musafir,

–          Doa orang terzolimi.

Perempuan yang dijamin masuk surga adalah perempuan yang menjaga shalatnya, berpuasa di bulan ramadhan, mentaati suaminya dan menjaga harga dirinya. Apabila dalam bulan ramadhan seorang muslim yang seharusnya berpuasa tetapi ia berhubungan suami isteri maka ia diberi kafarat, yaitu :

–          Mereka harus memerdekakan budak,

–          Apabila tidak mampu memerdekakan budak, mereka harus berpuasa 2 bulan berturut-turut,

–          Dan memberi makan untuk 60 orang.

Sebelum berbuka sebaiknya kita berdoa dulu karena pada saat itu doa-doa kita bermustajab. Karena sebagaimana yang telah diketahui doa yang mustajab adalah berdoa di akhir sebuah amalan.

Saat berbuka disunnahkan bagi kita untuk memakan kurma mengkal yang berjumlah ganjil, apabila tidak ada kurma mengkal maka kurma biasa dan apabila tidak ada kurma maka minumlah terlebih dahulu air putih, sebagaimana yang telah Rasulullah lakukan. Kemudian janganlah terlalu mengenyangkan diri. Berbuka puasa bersama lebih baik dan memberikan makanan bagi orang yang berpuasa adalah pahalanya sama dengan orang yang berbuka tersebut.

Berikut hukum mengenai puasa Ramadhan :

  • Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)
  • Allah ‘Azza wajalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. (HR. Ahmad)
  • Rasulullah Saw menaiki mimbar (untuk berkhotbah). Menginjak anak tangga (tingkat) pertama beliau mengucapkan, “Aamin”, begitu pula pada anak tangga kedua dan ketiga. Seusai shalat para sahabat bertanya, “Mengapa Rasulullah mengucapkan “Aamin”? Beliau lalu menjawab, “Malaikat Jibril datang dan berkata, “Kecewa dan merugi seorang yang bila namamu disebut dan dia tidak mengucap shalawat atasmu” lalu aku berucap “Aamin.” Kemudian malaikat berkata lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama kedua orang tuanya tetapi dia tidak sampai bisa masuk surga.” Lalu aku mengucapkan “aamin”. Kemudian katanya lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan (hidup) pada bulan Ramadhan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya.” Lalu aku mengucapkan “Aamin.” (HR. Ahmad)
  • Bau mulut seorang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari harumnya misik (minyak wangi paling harum di dunia). (HR. Bukhari)
  • Makanlah waktu sahur. Sesungguhnya makan waktu sahur menyebabkan berkah. (HR. Mutafaq’alaih)
  • Manusia tetap berkondisi baik selama mereka tidak menunda-nunda berbuka puasa. (HR. Bukhari)
  • tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya. (HR. Bukhari)
  • Barangsiapa shalat malam pada malam Lailatul Qodar dengan keimanan dan harapan pahala dari Allah maka akan terampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)
  • Mungkin hasil yang diraih seorang shaum (yang berpuasa) hanya lapar dan haus, dan mungkin hasil yang dicapai seorang yang shalat malam (Qiyamul lail) hanyalah berjaga. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
  • Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)
  • Tidaklah termasuk kebajikan orang yang tetap berpuasa dalam perjalanan (musafir). (HR. Bukhari)
  • Barangsiapa berbuka puasa sehari tanpa rukshah (alasan yang dibenarkan) atau sakit, maka tidak akan dapat ditebus (dosanya) dengan berpuasa seumur hidup meskipun dia melakukannya. (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Barangsiapa berpuasa Ramadhan (penuh) lalu diikuti dengan berpuasa enam hari dalam bulan Syawal maka dia seperti berpuasa seumur hidup. (HR. Muslim)
  • Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda “Wahai sekalian para pemuda barang siapa diantara kalian telah mampu baah (menikah dgn berbagai macam persiapannya) hendak menikah krn menikah lbh menundukan pandangan dan lbh menjaga kehormatan. Barang siapa yg belum mampu menikah hendaklah puasa krn puasa merupakan wijaa (pemutus syahwat) baginya.” HR. Bukhori (4/106) dan Muslim (no. 1400) dari Ibnu Masud
  • Bersabda Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam “Tidaklah ada seorang hamba yg puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim “. (HR. Bukhori (6/35) Muslim (1153) dari Abu Said AlKhudri ini adl lafadh Muslim. Sabda Rasulullah Sholallahu alaihi wasalam : 70 musim yakni : perjalanan 70 tahun demikian dikatakan dalam “Fathul Bari” (6/48))
  • Barang siapa yg berpuasa sehari di jalan Allah maka diantara dia dan neraka ada parit yg luas seperti antara langit dgn bumi“. (Dikeluarkan oleh Tirmidzi (no. 1624) dari hadits Abi Umamah)
  • Dari Abi Umamah radhiallahu anhu “Aku berkata : “Ya Rasulullahu Shalallahu alaihi wasallam tunjukkan padaku amalan yg bisa memasukanku ke syurga; beliau menjawab: “Atasmu puasa tak ada (amalan) yg semisal dengan itu.” (HR NasaI (4/165) Ibnu Hibban (hal. 232 Mawarid) Al-Hakim (1/421) sanad SHAHIH)
  • Dalam riwayat Bukhori :”Meninggalkan makan minum dan syahwat karena Aku puasa itu untuk-Ku. dan Aku yg akan membalasnya. kebaikan dibalas dgn sepuluh kali lipat.”
  • Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda “Puasa dan Al-Quran akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat puasa akan berkata : “Wahai Rabbku aku menghalangi dari makan dan syahwat berilah dia syafaat karenaku Al-Quran pun berkata : “Aku telah menghalangi dari tidur di malam hari berilah dia syafaat. Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda : “maka kedua memberi syafaat. [1]” (Diriwayatkan oleh Ahmad (no.6626) Hakim (1/554) Abu Nuaim (8/161) dari jalan Huyyay bin Abdullah dari Abdurrahman Al-Hubuli dari Abdullah bin Amr. Dan sanad HASAN)
  • Sahl bin Saad radhiallihu anhu dari Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda (yang artinya) : “sesungguh dalam syurga ada satu pintu yg disebut dgn rayyan orang-orang yg puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut tak ada orang selain mereka yg memasukinya. jika telah masuk orang terahir yg puasa ditutuplah pintu tersebut barang siapa yg masuk akan minum dan barang siapa yg minum tak akan merasa haus utk selamanya.” (HR. Bukhori (4/95). Muslim (1152) tambahan akhir dalam riwayat Ibnu Khuzhaimah dalam kitab Shahih (1903))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s