7 orang dengan kasus terheboh

Posted: 23 Agustus 2011 in Artikel
Tag:

Politik di indonesia semakin kacau koruptor ada dimana-mana, jangankan kasus politik kasus yang melibatkan warga sipil juga ikut heboh di negeri ini. Berikut 7 kasus di indonesia yang menggemparkan masyarakat Indonesia :

Komjen Pol Drs. SUSNO DUADJI, S.H, MH, M.Sc.

Komjen Pol Drs. Susno Duadji, S.H, MH, M.Sc. (lahir di Pagar Alam, Sumatera Selatan, 1 Juli 1954; umur 55 tahun) adalah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) yang menjabat sejak 24 Oktober 2008[1] hingga 24 November 2009 [2]. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kapolda Jawa Barat.

Susno Duadji merupakan lulusan Akabri Kepolisian tahun 1977 dan mengenyam berbagai pendidikan antara lain S-1 Ilmu Kepolisian ( PTIK ),  S-1 Hukum, S-2 Hukum, S-2 Manajemen. Pendidikan Pengembangan adalah Sesko AD tahun 1995, dan Sespati Polri 2003, dan Lemhanas Tahun 2006. Ia juga mendapat kursus dan pelatihan di antaranya Senior Investigator of Crime Course (1988), Hostage Negotiation Course (Antiteror) di Universitas Louisiana AS (2000), Studi Perbandingan Sistem Kriminal di Kuala Lumpur Malaysia (2001), Studi Perbandingan Sistem Polisi di Seoul, Korea Selatan (2003), serta Training Anti Money Laundering Counterpart di Washington, DC, AS. Switzerland, Spanyol, Belgia.

Karir Lulus dari Akademi Kepolisian 1977, Susno yang menghabiskan sebagian karirnya sebagai perwira polisi Reserse sudah juga mengunjungi puluhan negara untuk belajar menguak kasus [[korupsi]]. Karirnya mulai meroket ketika dia dipercaya menjadi Wakapolres Yogyakarta dan berturut-turut setelah itu Kapolres di Maluku Utara, Ambon, Madiun, dan Malang, Wakapolwiltabes Surabaya.

Susno mulai ditarik ke Jakarta tahun 2000 ketika ditugaskan pada Direktorat Samapta, setelah itu menjadi Kepala Bidang Pada Divbinkum Polri di Mabes Polri. Susno beberapa kali ditunjuk mewakili institusinya Polri didalam penyusunan berbagai undang-undang, antara lain UU tentang Pemberantasan Tp. Korupsi, UU Money Loundering, UU Tentang KPK pada tahun 2003.

Tahun 2004 Susno duadji ditugaskan di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( [[PPATK]] ). Sekitar tiga tahun di PPATK, Susno kemudian dilantik sebagai Kapolda Jawa Barat, dan sejak 24 Oktober 2008 Susno diberi kepercayaan  menjadi Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri menggantikan Bambang Hendarso.

Dalam peekara Kriminalisasi Bibit-Chandra, Pimpinan KPK, Susno duadji disebut dengan Kode sebutan (”call sign”) sebagai “Truno 3” atau orang nomor tiga paling berpengaruh di Polri setelah Kapolri dan Wakapolri. Padahal sebutan itu adalah KELIRU BESAR, Susno duadji sebagai Kabareskrim Polri call sign nya bukan Truno 3  melainkan TRIBRATA 5, sedangkan Kode Truno 3 adalah sebutan yang diberikan oleh Anggodo untuk Direktur 3 TP.Korupsi dan dalam penjelasan resminya bahwa Susno duadji TIDAK dilibatkan dalam menyidik perkara Bibit-Chandra, perkara tersebit ditangani oleh tim tersendiri yang langsung bertanggung jawab kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Susno tidak dilibatkan, tapi dikorbankan

MUHAMMAD NAZARUDDIN 

Muhammad Nazaruddin adalah nama yang baru-baru menghiasi berbagai media terkait kasus suap wisma atlit sea games. Nazaruddin diduga terlibat dengan kasus suap terhadap Sekretaris Kemenpora, Wafid Muharam dalam pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXIVI di Palembang. Dia juga diduga pernah memberikan uang senilai 120 ribu dolar Singapura kepada Sekjen MK Janedjri M Gaffar.

M Nazaruddin merupakan anggota DPR RI dari partai demokrat sekaligus bendahara partai. Sebelum menjadi pengurus partai demokrat, nazaruddin pernah nyaleg di partai PPP dari tempat asalnya, namun dia tidak terpilih.

Mantan Bendahara Umum Demokrat itu dikenal sebagai politisi juga sebagai pengusaha. Tidak hanya itu. Nazaruddin juga berkali-kali dikaitkan dengan berbagai persoalan. Dan selalu saja persoalannya berkaitan dengan masalah hukum.
Sebut saja misalnya dugaan pemerkosaan yang dia lakukan kepada seorang gadis yang bekerja sebagai sales promotion girl di Bandung pada medio Mei 2010 silam. Tak berhenti di situ, prestasi dugaan tindak pidana Nazaruddin berlanjut dalam kasus pengadaan batu bara. Kali ini yang menjadi korbannya adalah Daniel Sinambela, suami penyanyi jebolan Indonesia Idol, Joy Tobing.
Kasus yang terbaru dan mengegerkan Partai Demokrat adalah dugaan keterlibatannya dalam kasus suap kepada Wafid Muharram, mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kasus itu juga kabarnya mengusik Istana (Presiden SBY). Sehingga beredar pula kabar, Nazaruddin bisa saja dipecat dari jabatannya di partai.
Tetapi, sebetulnya tak banyak yang mengetahui sosok Nazaruddin. Bahkan, Ruhut Sitompul, Juru Bicara Demokrat kemarin, Kamis (12/5) mengatakan, Nazaruddin dia kenal sebagai pengusaha kelapa sawit. “Selebihnya saya tak tahu,” kata Ruhut. Sebagai pengusaha pun Nazaruddin tak begitu dikenal.

GAYUS TAMBUNAN 

Usianya masih 30 tahun. Tapi sepak terjangnya sudah menggegerkan Mabes Polri. Gayus Halomoan Tambunan, belakangan ini namanya santer disebut sebagai makelar kasus pajak yang ditangani tidak sesuai aturan alias penuh rekayasa. Kasus ini diduga melibatkan sejumlah jenderal di kepolisian.
Namanya pertama kali disebut oleh mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji.  Susno menyebutkan Gayus memiliki  Rp 25 miliar di rekeningnya, namun hanya Rp 395 juta yang dijadikan pidana dan disita negara. Sisanya Rp 24,6 miliar tidak jelas.
Dalam kasus pajak ini Gayus dibidik Polri dengan 3 pasal, yakni pasal penggelapan, pencucian uang, dan korupsi, namun di persidangan dia hanya dituntut dengan pasal penggelapan. Hakim memvonisnya dengan hukuman 1 tahun percobaan. Belakangan dia dibebaskan.
Uang sebanyak itu tentu saja mengejutkan menilik Gayus hanya pegawai pajak golongan IIIA. Dirjen Pajak Mochmamad Tjiptardjo pun tidak kalah terkejutnya.
Sebagai perbandingan, gaji PNS golongan IIIA dengan masa jabatan 0 sampai 10 tahun hanya berkisar antara Rp 1.655.800 sampai Rp 1.869.300 per bulan. Namun angka ini belum memperhitungkan tunjangan menyusul adanya remunerasi di Ditjen pajak
Di kantor pusat pajak, Gayus memegang jabatan sebagai Penelaah Keberatan Direktorat Jenderal Pajak. Namun seiring merebaknya kasus markus ini, jabatan Gayus langsung dicopot. Dia kini hanya menjadi pegawai pajak biasa. Seharian kemarin Gayus menjalani pemeriksaan di Direktorat Kepatutan Internal Transformasi Sumbaer Daya Aparatur (KISDA) Pajak.
Sejauh ini Gayus memang masih menjadi pegawai pajak. Ditjen Pajak belum mengambil tindakan memecatnya karena menilai kasusnya masih simpang siur. Rekeningnya juga masih diperiksa, apakah dana itu terkait pekerjaannya atau tidak.
Gayus sendiri sebelumnya menegaskan, uang miliknya sebanyak Rp 395 juta sudah disita karena kasus penggelapan. Sedangkan sisanya yang Rp 24 miliar dibantah untuk bancakan para polisi. Uang itu kata dia ditarik untuk pelaksanaan proyek milik teman bisnisnya yang tinggal di Batam, Andi Kosasih, yang akan membuat ruko di Jakarta Utara.
Gayus mengaku hubungannya dengan Andi sangat dekat sebagai partner bisnis, mulai dari properti, tambang, dan lainnya. Karena itu ia menganggap wajar uang sebesar itu dititipkan kepada dia. Namun Susno Duadji tetap yakin ada praktik markus dalam kasus pajak Gayus Tambunan. Vonis ringan terhadapnya adalah salah satu bukti yang tidak terbantahkan.

SYEKH PUJI

Syekh Puji menikahi anak kecil dan menjaring 21 kandidat. Bagaimana jika anak Syekh Puji diperlukakan seperti itu? “Silakan saja,” katanya.
Demikian pernyataan Syekh Puji kepada wartawan di rumahnya yang berada di kompleks Ponpes Miftahul Jannah, Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jumat (24/10/2008).
Saat menemui wartawan Syekh Puji sempat menunjukkan foto istri pertama dan anaknya yang menginjak remaja. Karena foto tersebut berada di dinding yang tinggi, Syekh Puji sampai harus berdiri di atas kursi untuk menjelaskan foto tersebut.
“Itu foto istri saya, anak saya, dan tengah itu saya sendiri,” katanya seolah tiap orang yang hadir tidak tahu foto tersebut.
Bagaimana kalau anak Syekh Puji nikah dini? “Ya, nggak apa-apa. Baru berumur 3 tahun pun sah-sah saja (kalau dinikahkan),” katanya enteng.
Di dinding rumah Syekh Puji yang separo ‘bertembok’ kayu itu, sejumlah foto keluarga dan aktivitas dipampang. Selain itu, terlihat juga rak-rak berisi buku agama, manajemen, dan biografi sejumlah tokoh penting Indonesia.
SJakarta – Syekh Puji, kiai yang juga miliarder itu mengoleksi beberapa mobil mewah keluaran terbaru. Tapi soal ponsel, gayanya agak nyeleneh. Ponselnya sangat ketinggalan zaman.
Alat komunikasi lelaki berjenggot itu lebih sering berada di saku. Jarang ditaruh di hadapan orang lain, sehingga tak banyak yang tahu jenis ponselnya.
Saat wawancara dengan wartawan, ponselnya berdering. Setelah melihat layar, ia tekan tombol cancel dan memasukkan kembali ponselnya ke saku.
Ponsel Syekh Puji boleh dibilang sangat tua, Nokia seri 1112. Sangat ‘aneh’ untuk ukuran seorang miliarder. Seri ini tak mempunyai fasilitas istimewa selain untuk telepon dan sms.
Wartawan tak sempat menanyakan kenapa dia memakai ponsel yang di pasaran harganya kurang lebih Rp 200-300 ribu itu. Namun untuk beberapa hal, dia memang cuek. Termasuk soal ponsel.
Beberapa hari terakhir, pengusaha kaligrafi dari kuningan itu ramai dibicarakan, karena menikahi gadis berusia 12 tahun. Rencananya, gadis itu dipersiapkan sebagai General Manager (GM) PT Sinar Lendoh Terang (PT Silenter).
“Saya tidak tahu pernikahan saya jadi pro kontra, karena saya tak pernah melihat TV dan baca koran. Tahu-tahu saya ditelepon orang yang mengaku dari Komnas HAM dan perempuan atau apa gitu,” kata Syekh Puji sambil tersenyum enteng. ( gah / fyk )
Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji menuai kontroversi dengan menikahi bocah bau kencur berumur 12 tahun. Karena perbuatannya ini, Syekh Puji bisa dikenai sanksi.
“Tentu,” kata Menteri Agama Maftuh Basyuni menjawab pertanyaan wartawan apakah Syekh Puji bisa dikenai sanksi karena perbuatannya itu.
Hal itu dikatakan Maftuh usai acara Halal Bihalal dan Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (26/10/2008).
Mengenai sanksi apa yang akan dikenakan, Maftuh menyerahkan kepada aparat yang berwenang.
“Itu kan aparat yang akan bertindak,” ujarnya.
Maftuh menjelaskan, di Indonesia orang Islam terikat dengan dua ukuran. Di satu sisi sebagai muslim dia terikat pada syariat, sementara di sisi lain sebagai warga negara dia terikat pada hukum positif, dalam hal ini UU Perkawinan.
“Kalau salah satunya tidak dilakukan, itu artinya melanggar,” lanjutnya.
Hal senada disampaikan Ketua MUI Chollil Ridwan. Menurutnya Syekh Puji akan dikenai sanksi sesuai aturan dalam undang-undang.
“Memang akan ada sanksi,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Cholil menambahkan, secara syariah apa yang dilakukan Syekh Puji memang tidak dilarang dengan catatan bocah tersebut sudah mengalami menstruasi. Namun dari sudut pandang hukum positif yang mengacu pada UU Perkawinan, pernikahan Syekh Puji tidak sah.
Cholil membandingkan pernikahan Syekh Puji itu dengan pernikahan sirri (bawah tangan).

“Seperti kawin sirri. Memang secara agam sah, tapi bagi warga negara tetap harus melapor ke kantor urusan agama,” katanya mencontohkan.

Daun muda yaa Pak Kyai enak dibuat lalapan satu aja ngga abis…:p

BABE ALIAS BAEKUNI

Babe alias Baekuni tersangka mutilasi, sodomi dan pembunuh berantai 8 anak merupakan koordinator anak jalanan yang mulai tercium kedoknya saat memutilasi Ardiyansah. Babe (49) mengaku sudah membunuh 8 bocah sejak tahun 1998 lalu. Babe adalah anak petani asal Magelang. Babe selalu dikata-katai bodoh karena tidak pernah naik kelas. Bersekolah pun dia hanya sampai kelas 3 SD.

Umur 12 tahun, Babe merantau ke Jakarta dan menjadi gelandangan di Lapangan Banteng. Di tempat itulah Babe pernah disodomi. Babe kemudian dipungut seorang bernama Cuk Saputar dan dibawa ke Kuningan, Jawa Barat untuk menggembala kerbau.

“Dia dikawinkan saat umur 21 tahun. Tapi sejak dikawinkan dia nggak bisa ereksi, sampai istrinya meninggal,” kata Sarlito.

Babe pun kembali ke Jakarta untuk berjualan rokok sambil mengasuh anak jalanan. Saat hasrat seksualnya datang, Babe mengambil orang di luar kelompoknya, yakni anak jalanan yang dibawa oleh anak-anak asuhnya.

Kemudian terjadilah 8 kali pembunuhan sepengakuan Babe. Penyebabnya karena para korban menolak disodomi. “Berapa kali seks, ya tujuh kali itu dengan anak di bawah 12 tahun”.

selama hidupnya Babe tidak mengalami mimpi basah yang lazim terjadi pada pria normal. “Jelas dia homoseks bawaan, bukan jadi-jadian. Dia hanya bisa ereksi terhadap sesama jenis”.

Tingkah dari Babe ini disebut juga dengan homoseks bawaan dan termasuk juga kedalam pedhopile, karena dia merasa puas jika melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis dan dengan anak- anak umur dibawah 12tahun. Dalam melakukan kejahatannya, Babe bersifat kopulasi yaitu melakukan perbuatan dengan pola teratur. Banyak pula yang menyebut Babe sebagai psikopat tetapi tidak dengan mudah kita bisa menyimpulkannya, karena dibutuhkan penyelidikannya yang lebih untuk dapat mengetahui hal yang sebenarnya terjadi dalam diri Baekuni alias Babe.

 

SUMANTO

Sumanto (lahir di Purbalingga, 3 Maret 1972; umur 39 tahun) adalah seorang kanibal Indonesia yang berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah. Pada awal tahun 2003, ia mencuri mayat seorang nenek yang baru saja dikubur dan lalu dimakannya karena percaya ini akan memberinya kekuatan supranatural. Kepercayaan Sumanto didasarkan pada kepercayaan mistis lokal dan para pakar berpendapat bahwa Sumanto mengidap gangguan jiwa. Sumanto mengaku sedikitnya ia telah menyantap tiga orang.

Ternyata sejak kecil Sumanto memang telah menunjukkan gejala aneh. Dia tidak segan-segan memakan jangkrik temannya. Sifat aneh itu kemudian terus berkembang hingga dia dewasa.
Sifat Sumanto yang lugu membuat dia dengan gampang menerima semua ajaran dari orang-orang — betapa pun anehnya ajaran itu. Bermula dari petuah gurunya, ditambah dengan celoteh yang didengarnya dari seorang temannya di Lampung saat mereka sedang berpesta daging rusa hasil berburu, Sumanto tanpa sadar meresapi ajaran yang keliru. Dan semua itu mendapat penyalurannya saat dia tanpa sengaja membunuh seorang begal yang hendak merampas uangnya.
Bermaksud memuliakan mayat si begal, Sumanto tanpa rasa bersalah sedikit pun memakan mayat itu. Dan inilah langkah awal dari petualangan Sumanto yang penuh horor. Dari mayat yang pertama, di tahun-tahun berikutnya Sumanto pun memakan mayat-mayat yang lain.

Menyantap daging manusia bagi Sumanto merupakan kebutuhan, setelah dia menimba ilmu sesat untuk memperolah ilmu kesaktian yang dipelajari dari gurunya, Taslim yang kini tinggal di Temanggung Jawa Tengah. Antara murid dan guru pertama kali bertemu di perantauan, Lampung. Kesempurnaan ilmu akan tercapai jika sudah menyantap tujuh manusia.

Menurutnya, daging manusia tidak enak, berbau menyengat dan terlalu banyak lemak. Lebih enak daging anjing, tikus, atau kucing. Namun, keunggulannya setelah makan daging manusia hatinya lebih tenteram

Ia dihukum penjara selama 5 tahun namun dibebaskan bertepatan Hari Idul Fitri 2006 (24 Oktober) setelah beberapa kali mendapatkan remisi. Dikabarkan sekarang ia berada di sebuah pesantren.

MALINDA DEE

Malinda Dee (MD) yang bernama asli Inong Malinda adalah seseorang wanita seksi yang bukan artis ataupun pejabat pemerintah yang baru-baru ini merajai pemberitaan di berbagai media di mana wanita cantik ini terjerat kasus pembobolan uang nasabah citibank sebesar 17 milyar. Modusnya yaitu dengan memanipulasi data, kemudian mengalihkan atou memindahkan ke rekening miliknya.

Wanita yang bekerja di citibank sebagai vice president dan berjabatan Senior Relation Manager Citigold ini di kenal ramah, luwes dan pandai bergaul. Telah lama berkerja yaitu sekitar 22 tahun di kantor Citibank. Ia telah menikah dua kali, terakhir ia menikah dengan artis Andhika Gumilang. Namun hanya suami pertamanyalah yang memberinya momongan anak yaitu tiga anak.

Melinda Dee memiliki mobil-mobil mewah antara lain (H) Hummer-3 Luxury Sport Utility B 18 DIK, Mercedes-Benz S-200 dan mobil jenis Ferrari yang telah disita.Selain itu ia juga memiliki beberapa kekayaan yaitu satu apartemen di Capital Residence (SCBD, Jakarta Pusat), Apartemen di Sydney yang ditempati anak pertamanya dan Sejumlah rumah mewah di Bintaro, Menteng, dan kawasan Kelapa Gadingmodus kejahatab yang MD lakukan hingga tertangkap adalah ia menyediakan blangko kosong (~) untuk ditandatangani nasabah yang telanjur percaya.
Sebelumnya Malinda Dee pernah menjadi account officer (AO) di Citibank cabang Landmark dan para nasabahnya pejabat dan orang-orang kaya, khususnya para pengusaha. Bulan April 2010 lalu, Melinda sempat tampil sebagai Model Kebaya di Hotel Four Seasons, Jakarta bersama beberapa istri pejabat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s